Fenomena Lebaran dilihat dari tingkat konsumsi Produk

Well, balik lagi ke tulisan yang pertama mengenai TRADISI namun sekarang saya mau menitik-beratkan pada konsumsi produk yang tinggi pada bulan ramadhan ini.

Masih ingat jaman dulu ada lagu dengan lirik, “Baju baru, Alhamdulilah, Sepatu baru, Alhamdulilah!” Ya mungkin itu yg tertanam di kepala kita utk menjadi konsumtif menjelang lebaran.

image

Fenomena ini yang membuat saya tertarik membuat tulisan ini, bahea tinggi nya angka konsumtif orang Indonesia menjelang suatu hari raya.
Menjelang hari raya lebaran selalu menjadi pertanyaan adalah “THR sudah turun belum?” Atau “Belanja apa ya THR tahun ini?”

Pola konsumtif yang sudah tertanam pada bawah sadar kita membuat kita kadang tidak sadar akan mengkonsumsi produk yang belum tentu kita perlu.

Peluang ini tentu langsung ditangkap pasar yang ada, pasar merespon dengan “midnight sale”, “lebaran promo”, “clearance sale” dan berbagai macam penawaran lainnya.

image

Balik lagi ke makna puasa itu sendiri ya menahan hawa nafsu, bila kita mendapatkan rejeki di bulan ini, alangkah baiknya kita gunakan untuk yang lebih bijak.
Ya gak usah muluk-muluk lahh, liat aja dari sekeliling kita keluarga atau tetangga yang membutuhkan, pasti ada kok yang bisa kita bantu. Lebih baik kita memberi makan orang lain kan, daripada memakai baju baru, atau pakaian baru

Mungkin ada yang bisa share pendapatnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s