Review & Riding Impression Pulsar 220

Well, akhirnya kesampean juga bisa test ride si Pulsar 220 ini. Impresi fisik motor ini memang terlihat keren, gagah, stylish dan mantab. Memakai half fairing, lampu model projector, split seat model, cakram belakang, dan setang jepit. Benar-benar value yang lebih yg kita dapatkan dari sebuah motor dengan kubikasi 220cc dan dengan harga 17,8jt.
First of all, unit yang dipakai ini sudah dilakukan beberapa ubahan, diantara lain: Air filter Protec model Replacement, Fork Stabilizer custom, ban Michelin Pilot Power F 100/80-17 R 130/70-17.

image

Yuk kita mulai dari ergonomi nya ya, buat saya yg tinggi nya 170 cm, motor ini cukup nyaman untuk dipakai riding jarak dekat maupun jarak jauh, posisi stang, jok dan footstep sungguh nyaman sekali untuk digunakan.

image

Saya mengambil rute test ride Pejaten menuju Kelapa Gading melalui pancoran, MT Haryono, cawang dan Sunter.
Begitu masukan kunci, dan menyalakan mesin, auto chooke langsung bekerja, dan setelah panas langsung staaioner di RPM 1500.
Begitu masuk gigi 1, motor menunjukan gejala setelan kopling terlalu dekat, akhirnya saya setel dulu. Ok lanjut perjalanan dari Pejaten ke arah pancoran, mesin memberikan power sekitar RPM 3000-4000 namun tetap di RPM bawah masih enak untuk keluar masuk gang-gang kecil. Jalanan sekitar raya pasar minggu sedikit macet, sehingga kemampuan manuver pun dicoba. Wheelbase motor ini cukup panjang ditambah half fairing membuat saya sedikit grogi untuk selap-selip antar kendaraan, namun akhirnya terbiasa juga. Sedikit catatan perlu diperbaiki nya kaca spion karena mudah bergetar dan banyak titik blankspot nya. Sampai nya di lampu merah pancoran RPM naik menjadi 2000 disaat stationer, apakah karena gejala panas dr macet di pasar minggu?

Ok lanjut dari pancoran ke MT Haryono, jalanan sekitar jam 11an hari minggu kemarin cukup sepi, saya mulai mengetes power dari motor ini. Nafas motor ini dari pindah gigi selalu nyambung terus, sehingga saat masuk gigi 5 tidak kerasa ada power drop sama sekali.
Lanjut rute cawang – sunter, rute masih sama relatif sepi, jadi saya mengetes top speed motor ini walau masih inreyen. Disaat turunan flyover di sekitar sunter cukup terkejut juga saya motor dapat mencapai 130km/h dengan bobot saya yang 61kg dan jarak tempuh yg relatif singkat!
Lanjut dari arah Artha Gading menuju pegangsaan, jalanan mulai rame namun ada beberapa tikungan, akhirnya saya ingin mencoba merebahkan motor untuk tes suspensi. Karena jalanan agak ramai, akhirnya saya mencoba untuk merebahkan motor di kecepatan 40 km/h, respons dari motor pun nurut dengan saya, walau bobot motor ini agak berat, sehingga sedikit membutuhkan special effort untuk melakukan rebah. Saya mengambil kesimpulan motor ini memiliki suspensi enak karena shock belakang nitrogen dan di shock depan sudah di tambah shock stabilizer!

Akhirnya finish juga di kantor Astra Otoparts, start jam 11.30 finish 12.10 dengan jarak tempuh 42km/h.
Overall saya puas dengan motor ini, dengan harga 17,8jt kita mendapat value yg lebih. Catatan yg perlu diperhatikan ialah finishing dari produk ini, spion belakang yg banyak titik blank spot nya. Saya memberikan nilai 7,5 dari 10 untuk motor ini

image

Ada tanggapan silahkan di komen ya

Ciao #54

One thought on “Review & Riding Impression Pulsar 220

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s