Tingkat Pendidikan dan pekerjaan seseorang tidak berpengaruh terhadap disiplin berlalu lintas

Well, sebetulnya kalo dilihat dari judul agak ekstrim juga si kata-kata yang saya gunakan. Tetapi Saya mengambil contoh dalam kehidupan sehari-hari dari rumah, kerja, kuliah dan juga waktu bersantai bersama teman, atasan bahkan keluarga.

Lalu lintas kota Jakarta memang sudah terkenal akan kemacetan dan juga tinggi nya angka kecelakaan lalu lintas. Dan yang lebih hebat nya lagi pelanggaran lalu lintas itu merupakan hal yang biasa, seperti tidak berhenti dibelakang garis putih, tidak mengurangi kecepatan saat lampu sudah bewarna kuning, atau ada aja yang masih tancep Gass Poll disaat lampu sudah merah

Image

Sebenernya saya sangat prihatin dengan kondisi seperti ini, kenapa jalanan ibu kota menjadi seperti hutan yang berlaku hukum rimba, “siapa yang kuat dialah yang menang!” Dan Bila pelanggar sudah mengalami kecelakaan, lucu nya dia bisa langsung berkata “Situ si jalan gak hati!” WTF!!!

Oke-oke balik sesuai judul ya. Setelah saya perhatikan disiplin berkendara itu tidak di pengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan seseorang, dan juga pekerjaan orang tersebut (Contoh simple aja liat Pak Polisi diatas yang tidak berhenti dibelakang garis putih!) Pengamatan saya lakukan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar saya, dari teman saya yang sudah hampir meraih Gelar S3 nya, dia berkendara naik motor tanpa pernah mempedulikan keadaan Spion motornya yang sudah tidak layak, ataupun ada sahabat saya yang bekerja sebagai HSE (Health Safety Enviorment) Officer, tetapi gaya mengemudi kendaraan nya bagaikan naik roller coaster bila bersama dia.

Image

 

Bila kita Lihat Foto diatas, tentu kita ingat Sosok Afriani yang menabrak dan menewaskan orang disaat itu. Kita bahkan cendrung mengecap negatif Afriani karena dunia malam nya, sehingga dia lalai dan membuat korban jiwa. Saya rasa pemikiran seperti itu harus dihilangkan dari benak kita, mungkin suatu saat kita bisa menjadi sosok “Afriani” yang kurang beruntung dan lalai disaat itu.

Pokok permasalahan nya sendiri sebenernya adalah tinggi nya tingkat Stress disaat kita sudah berkendara di jalan raya. Hal ini disebabkan karena kurang nya”Self Discipline” pada diri kita, menghargai orang lain dan pengendalian diri. Saya rasa bila kita sudah melakukan 3 hal tersebut tidak ada ramai bunyi-bunyi klakson, kendaraan main selonong saja saat lampu merah atau mungkin kita bisa saling tunggu menunggu untuk kendaraan lain yang lebih prioritas untuk lewat duluan

Bagaimana Menurut Anda?

 

Ciao #54

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s