Customer selalu menginginkan “Value” lebih dari suatu produk dan “Price” yang masuk akal

Lagi-lagi saya mau ngomongin mengenai Market Roda Dua Tanah air, dan lagi-lagi sampel yang saya gunakan adalah 2 pabrikan besar yaitu Astra Honda Motor (AHM) dan juga Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Image

Dilihat dari trend penjualan saat ini AHM hampir menguasai 60% market Share dan Yamaha Sekitar 30% market sharenya (data dari Blog Pak Edo Rusyanto). Padahal kalau kita liat ke belakang pada tahun 2010 Yamaha hampir memukul habis Honda dari segi market share dan juga penjualan produknya, namun perlahan-lahan Honda menunjukan kekuatannya sebagai raksasa di roda 2.

Yukk berikut kita lihat apa aja si strategi Honda sampai bisa memberikan perlawanan:

  • Astra Honda Motor mau belajar dari kesalahan dan segera memperbaikinya!

Image

Pada 2010 Kemenangan Yamaha akan penjualan itu dikarenakan produk Motor Matic sebagai pemimpin di kelasnya dan bisa dibilang pelopor motor matic (padahal motor matic pertama adalah Kymco Jet Matic, lalu Yamaha Nouvo) Honda berusaha memberikan perlawanan dengan Honda Vario, namun dari value yang dimiliki Honda Vario, belum bisa memberikan perlawanan kepada Yamaha Mio yang dikenal murah, easy to ride, kecil dan lincah. Honda putar otak dan launching Honda Beat untuk memberi perlawanan terhadap Mio. Beat pun mengalami minor update seperti perubahan bentuk spakbor, yang modelnya makin di terima di masyarakat, sehingga pada 2011 penjualan Beat berhasil mengalahkan penjualan Yamaha Mio

  • Astra Honda Motor jeli melihat Niche Market

Image

Untuk menguasai pangsa pasar Motor Matic, Honda tidak hanya menurunkan Vario dan Beat, tetapi mereka melihat segmen pasar motor Retro matic yang potensial namun masih sedikit kompetitor yang mengisi. Masuklah produk Honda Scoopy! Padahal bila dilihat, Yamaha lebih dulu dikenal dengan produk Retro Matic nya Yamaha Mio Fino yang saat itu body Mio Fino di datangkan oleh importir umum dan dipasangkan ke body Yamaha Mio

  • Astra Honda Motor mendengarkan keinginan Customer nya, dan memberikan Value lebih di produknya!

Bila kita Compare Apple to apple produk AHM vs YIMM, seperti Honda Scoopy Vs Yamaha Mio Fino, sebetulnya produk ini mengarah pada target market yang sama. Sebagai 1st mover tentu Honda Scoopy yang launching lebih awal memiliki keunggulan lebih dikenal sebagai motor retro matic pertama di kelasnya, tetapi Yamaha sebenernya memiliki keuntungan dengan sudah mengetahui karakteristik dari pengguna retro matic tersebut. Kesempatan ini tidak digunakan baik oleh Yamaha, karena mereka launch produk Mio Fino tidak dilengkapi dengan fitur-fitur yang dimiliki seperti Parking Brake, Side Stand Switch, atau fitur Bagasi luas yang bisa menampung helm! Paling tidak Yamaha harus memiliki kelebihan dari pesaing nya dengan penambahan Value seperti mungkin lampu yang sudah Full DC selayaknya motor sport sekarang, atau mungkin model lampu yang memiliki DLR agar nyaman di siang hari.

Sebagai pecinta roda dua tentu kita ingin melihat persaingan antara 2 pabrikan ini terus berlangsung, karena bila 1 Pabrikan sudah tidak mampu memberikan persaingan maka akan terjadi monopoli pasar yang menyebabkan matinya inovasi karena tidak terdapat kompetitor. Saya berharap Pabrikan Yamaha bisa memberikan Perlawanan seperti tahun 2010 yang menyebabkan Honda mengamuk seperti saat ini

 

Ciao

#54

 

 

2 thoughts on “Customer selalu menginginkan “Value” lebih dari suatu produk dan “Price” yang masuk akal

  1. ahm-yimm cuma ATPM …. cuma agen tunggal pemegang merk..CLEARNYA CUMA JUALAN…. policy teknisnya-manufacturnya tidak berada di mereka,… mereka cuma sekedar mereview-memberi masukan kepada pabrikan utama bahwa “ini loh,itu loh yg disuka konsumen dll sbg-nya…
    Indonesia memang pangsa besar.. TAPI power konsumsi kecil so jangan heran atpm bermain di range harga tertentu, dan hanya berputar disitu-2 saja…so dgn 13 or 14 or 15 JUTA rupiah kita hanya akan menyaksikan “yang itu-2 saja”…

    Fitur2 tambahan hanya berubah saat ada perubahan biaya prod. signifikan di bidang teknologi seperti penggunaan speedo digital yang dulu “barang mewah” sekarang kayak kacang goreng,… dan hal lain yang sifatnya cuma MEKANIS belaka seperti side stand switch…angle sensor di motor injeksi yang cuma naruh sensor kemiringan di bagiannya… semua barang2 yang sudah masuk ranah umum dan bukan lagi barang yang diprotek teknologinya…

    Mengacu pada opini gue … Buat HONDA YAMAHA SUZUKI KAWASAKI di indonesia saat ini.cukup main di desain bodi – tampilan, mesin mah itu-2 aja cukup koq…. Atau jualan image…. Motor kenceng pake ini, bapak2 pake itu, mahasiswa pake yg sono, mahasiswi pake yang sini.. tukang bubur pake merk X tukang sayur pake merk Z , motor JANTAN pake ini motor BETINA pake itu, motor WANITA rasa LELAKI pake yg ini……dan seterusnya………

    NB.. beware of the chinese industry, kita cuma tahu mocin yang beredar yang memang hancur2an TAPI hati2 mereka sdh mulai produksi motor dgn kualitas yang benar2… (ex pabrikan eropa yg AKAN bangkrut mulai diambil alih TERMASUK teknologinya)… termasuk kuda hitam dari INDIA.. yang kemaren berebut ducati dengan AUDI…

    just sharing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s