Segment Premium itu tidak terlalu mempermasalahkan harga!

Setelah rapat kerja kemarin di kantor, membicarakan segment-segment dari produk yang ada, apakah sesuai dengan kondisi pasar yang ada sekarang.

Sangat menarik sekali ya bagaimana keputusan pembelian (Buying decision) dari setiap segmen itu juga banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi nya.Sebelum nya yukk saya dongeng sedikit ni mengenai Segmentasi itu apa si, Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :

1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.

Nahh, ud jelas sedikit kan mengenai Segmen Pasar😀 Biasanya segmentasi pasar dibagi menjadi 3 Golongan, yaitu: Low Segmented, Middle Segmented, dan high segmented (Premium). Nahh di Artikel ini saya lagi pengen bahas segmen Premium, atau high segmented bagaimana ciri-ciri nya dan karakter nya

business_segment_customers_2

 

Segmen Premium biasanya dihuni oleh orang yang memiliki tingkat kesejahtraan yang sudah tinggi! Walau di market share, mereka hanya mendominasi sebagian kecil dari kue market tersebut, tetapi loyalitas mereka terhadap suatu produk itu sangat lah tinggi! Kadang juga mereka bisa disebut Fanatik terhadap suatu brand, sehingga me maintain segment kelas premium ini sebenarnya amatlah menarik!

Namun  fanatisme itu bisalah luntur di mindset mereka dikarenakan mereka selalu menginginkan produk yang terbaik yang ingin mereka gunakan, pakai dan konsumsi. Contohnya, saat tahun 2000-an Brand Nokia sangatlah kuat di setiap segment, di segment premium pun mereka memiliki line up lengkap untuk memanjakan konsumennya

N-SeriesCompleteCollection

Namun Nokia pun terpukul telak dengan masuk nya Blackberry pada tahun 2006, beramai-ramai fanatik Nokia meninggalkan brand ini dan beralih ke Blackberry. Hal ini dikarenakan adanya fitur yang mempermudah komunikasi seperti Blackberry messenger, Push email yang instan dari blackberry, dan fitur-fitur unggulan lainnya! Blackberry pun tidak bisa lama-lama menikmati kejayaannya, dikarenakan masuk nya produk iPhone yang sangat di sukai oleh segment premium ini dikarenakan fitur-fitur multimedia yang tidak dimiliki Blackberry dapat di akses di iPhone.

Dari kasus diatas dapat kita pelajari sebagai berikut:

– Segment premium itu tidak terpengaruh harga dari suatu produk, tetapi mereka lebih mencari kelebihan fungsi, kualitas dan juga prestise dari produk tersebut.

– Segment premium walau hanya memakan kecil dari market share, tapi dia bisa mengendalikan mindset dari market mengenai suatu produk, sehingga si produsen harus jeli mengisi produk di setiap segment! Contoh: Saat Blackberry memiliki produk Bold utk Segment Premium nya, dia mengeluarkan Curve series untuk mengisi segment Low dan middle nya

– Fanatisme terhadap suatu brand di segment premium, sudah mulai luntur dikarenakan orang mencari fungsi yang lebih baik dari produk yang sudah dia miliki!

Menarik banget yahh😀 Yahh semoga artikel saya berguna deh

Ciao

#54

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s