Pembalap lokal Go International kok melempem??

Udah jadi perbincangan umum buat penggemar balap motor kenapa prestasi duta balap Indonesia di ajang internasional kok melempem ya dibanding rookie dari negara lain?

Image

 

Tentu kita berharap nama-nama seperti Doni Tata, atau Rafid Topan itu bisa memberikan perlawanan di ajang internasional seperti Moto2, cuma yang terjadi selama ini mereka ber dua konsisten start paling belakang terus😦

Image

Sebenernya masalah nya ada dimana si? Kenapa si mereka gak bisa fight seperti rookie-rookie pembalap negara lain?

Ni menurut analisis saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Minim pengalaman dengan motor besar

Oke, memang Doni Tata pernah turun di GP 125, GP 250 bahkan di kelas Supersport 600cc yang notabene mesinnya sama besar dengan kelas Moto2, tapi semua beda broo.. Ini Moto 2, bisa dibilang kelas penjenjangan buat pertarungan kelas dewa (MotoGP). Mau bukti? Liat deh pembalap  yang bertarung bagus di World Supersport atau World Superbike aja belum tentu bisa podium di Moto2 Contoh: Gino Rea, Max Neukirchner, gak pernah podium juga kan mereka di Moto2 2012 kemarin

Kita liat background Rafid Topan yang baru balap motor besar 2012 kemarin, dengan mengikuti kejuaraan Qatar (QMMF) dan IRS 600cc kemarin sangat dibilang jam terbang Rafid Topan sangat kurang Bro! Liat aja balap IRS 600cc doi Ndlosor terus..

2. Masuk ke kelas yang persaingan terlalu ketat

Seperti dibilang tadi, kelas Moto2 itu jenjang untuk pertarungan para Dewa, harusnya kalo mau masuk pertarungan internasional step by step aja bro, masih ada European Junior Cup (EJC) All Japan Championship (AJC), atau kejuaraan spanyol Campeonato De Espana De Velocidad (CEV).

Contoh nya liat negara tetangga Malaysia deh yang mengirimkan duta nya bertarung di CEV Spanyol  Hafiz Syahrin, atau Azlan Kamaruzaman yang bertarung ketat di Asia Road Race dan juga All Japan Championship.

Pembalap harus dibuat haus akan kemenangan dulu dari kelas yang realistis bro, baru deh perlahan-lahan maju ke balap prototipe seperti Moto2 atau mimpi MotoGP. Kalo pembalap langsung terjun di kelas berat seperti Moto2 akan membuat mental juga jatuh Bro! kebanyakan jatuh, konsisten finish di belakang, bikin mental makin ciut..

Nahh ini juga jadi pemblajaran buat sponsor-sponsor yang ingin support pembalap lokal Go International, jadi kalo beneran niat membawa duta bangsa bertarung di tingkat dunia ya di kelas yang realistis dulu deh untuk meraih kemenangan. Contoh seperti pembalap kita Ali Adrian yang bertarung di EJC saat ini, Masa gak ada sponsor lokal nempel di baju nya si, padahal dia cukup konsisten untuk meraih point lo di setiap race nya

Image

 

Gimana menurut Mas Bro?

4 thoughts on “Pembalap lokal Go International kok melempem??

  1. Iya, terlalu memaksakan… Harusnya dimulai dari level regional / bawah dulu, begitu udah khatam baru naik kelas…

    Miris lagi soal Ali, di list daftar pembalap EJC cuma dia aja yang gak punya nama tim -_-

  2. base nya dah salah…. balap bebek ????… coba jenjang pembibitan (8-12th) sdh harus/minimum pegang ninja RR150 tune-up /sekelasnya lah sbg base balapan…. pasti beda…. (lha di amerika-eropa-jepang, … anak2 kecil mainin KX-YZ-RM CR 50cc-SE-2stroke …ya Wiiiissss mereka dah menang NYALI n SKILL duluan..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s